Tampilkan postingan dengan label Apa maksud Microsoft tak hadirkan Office iPad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apa maksud Microsoft tak hadirkan Office iPad. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

syb from something to nothing

 
Beberapa tahun lalu Symbian selalu identik dengan Nokia, ketika perusahaan ini akan meninggalkan OS itu, bagaimana nasib produk-produk yang menggunakan operating system tersebut?

Secara mengejutkan pada pertengahan Juni lalu, Nokia mengumumkan akan berhenti memberikan support kepada produk ponsel mereka terdahulu karena tidak akan lagi menggunakan Symbian OS per Agustus mendatang.

Seperti banyak diketahui, Nokia pada awalnya berhasil curi perhatian karena banyak produknya diterima pasar. Produk-produk feature phone atau ponsel besutannya tersebut menggunakan operating Symbian di dalamnya.

Bahkan kolaborasi antara produk dari Nokia dan Symbian, seperti dikutip dari PC World (14/06), berhasil mendominasi pasar mobile serta berhasil dinobatkan sebagai operating system mobile terbaik pada tahun 2010 lalu.

Ketika era ponsel mulai terpinggirkan karena smartphone, phablet dan tablet lebih mendominasi, tidak hanya Nokia saja, banyak vendor mobile dunia yang juga berekspansi menggunakan operating system lain, Android pada khususnya.

Dengan rencananya untuk berhenti gunakan Symbian OS, maka bagaimana nasib ponsel-ponsel Nokia berbasis operating system itu yang hingga kini masih banyak digunakan oleh pengguna mobile di seluruh dunia?

Menurut data analisis dari StatCounter, untuk wilayah Indonesia saja, mulai dari Juli 2012 sampai Juli 2013, pengguna feature phone yang mayoritas dikuasai oleh ponsel berbasis Symbian lebih mendominasi dibandingkan dengan perangkat Android, iOS, Windows Phone dan lainnya.
StatCounter
Bahkan menurut data yang diunggah oleh Accenture (2011), Nokia dan Accenture sebagai pengembang Symbian memiliki kerja sama sampai tahun 2016 mendatang.

Dengan tidak lagi mendapatkan support dari Nokia karena perusahaan asal Finlandia ini ingin lebih fokus dalam pembuatan produk berbasis Windows Phone, maka nantinya ponsel-ponsel berbasis Symbian tidak akan mendapatkan upgrade dan update OS atau fitur di dalamnya.

Dari tidak adanya upgrade dan update tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa sisi keamanan akan semakin rentan terhadap virus mobile yang ada. Namun, Nokia pasti memiliki alasan lain kenapa mereka akhirnya memutuskan untuk tidak lagi berikan support terhadap produk-produk Symbian mereka.

Ponsel berbasis Symbian hanya akan menunggu harinya saja untuk 'masuk museum' dan menjadi barang yang terpinggirkan. Akankah Symbian nantinya akan bernasib sama seperti operating system mobile seperti Palm OS atau Windows Mobile yang akhirnya harus 'diterlantarkan' karena kalah bersaing dengan OS lainnya?

sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/symbian-from-something-to-nothing.html

iPad masih misteri



 

Sebagian dari Anda mungkin menunggu-nunggu kapan akan muncul iPad Mini terbaru. Kini kabar terbaru mengatakan bahwa perangkat tersebut masih dalam tahap pembicaraan.

Seperti yang dilansir Phone Arena (8/7), iPad MIni nantinya akan mengusung layar dengan ukuran 7,9inci.

Pembicaraan saat ini pada pengembangan iPad Mini adalah penggunaan Retina Display. Apple harus lebih memikirkan lebih jauh untuk menyematkan teknologi Retina Display tersebut. Hingga kini hal itu masih menjadi pertimbangan pihak pengembang.

Dari sumber tersebut didapatkan sebuah data bahwa kemungkinan iPad Mini akan mengalami penundaan rilis hingga akhir tahun ini.

Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/ipad-mini-masih-misteri.html

Sabtu, 06 Juli 2013

Sejumlah pengguna mengeluh, jaringan BBM kembali tumbang

Sejumlah pelanggan BlackBerry dari semua operator tidak bisa mengirimkan pesan BlackBerry Messenger (BBM), sehingga spekulasi pun merebak, apakah jaringan BlackBerry kembali tumbang?

Pangga Slameto, pelanggan BlackBerry Telkomsel asal Depok, mengaku tak bisa mengirimkan BBM sejak pukul 19:00 WIB, padahal sebelumnya lancar-lancar saja, demikian halnya dengan Arif Satriyo, pelanggan Telkomsel dan Natalius pelanggan BlackBerry Indosat yang mengaku tak bisa menerima dan mengirimkan BBM malam ini.

Ketika dikonfirmasi, Manajer BlackBerry Indonesia Yolanda Nainggolan dan Jubir BlackBerry Asia Pasifik Aeran Ismail belum menanggapi pertanyaan merdeka.com seputar adanya gangguan layanan BBM tersebut.

Di luar BlackBerry seri 10, server yang digunakan perangkat BlackBerry memang tergolong unik, karena menggunakan sistem satu server untuk digunakan di seluruh handset BlackBerry di seluruh dunia. Sehingga, setiap ada gangguan jaringan, dipastikan pengaruhnya akan massal di seluruh dunia, minimal di Asia Pasifik.

Jaringan BlackBerry baru saja tumbang pada 3 Juli 2013 yang mengakibatkan seluruh pengguna handset tersebut di Indonesia terganggu. Yolanda pun hingga saat ini mengaku belum mengetahui penyebab tumbangnya jaringan saat itu.

"Kami masih menunggu pernyataan resmi dari BlackBerry global seputar tumbangnya jaringan beberapa waktu yang lalu," tuturnya.

sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/sejumlah-pengguna-mengeluh-jaringan-blackberry-kembali-tumbang.html

Sony smartwatch 2, dengan harga Rp 1,7 juta


Jam tangan pintar atau smartwatch seri kedua dari Sony sepertinya akan rilis lebih cepat dari perkiraan awal. Diketahui, perangkat ini awalnya diprediksi akan diperkenalkan pada bulan September mendatang.

Dikutip dari Talk Android (2/7), Sony Smartwatch 2 ini akan dirilis pada 15 Juli mendatang dengan harga sekitar USD 178 atau setara dengan 1,7 juta.

Kemungkinan dengan dipercepatnya ketersediaan yang dipercepat ini disebabkan oleh Apple yang sudah gencar dalam perangkat senada. Bisa jadi, Sony akan menjadi penguasa pasar smartwatch jika lebih dulu meluncur.

sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/sony-smartwatch-2-rilis-lebih-cepat-dengan-harga-rp-17-juta.html
HTC meroket? Belum tentu!

HTC meroket? Belum tentu!


Keuntungan HTC meroket? Belum tentu!

HTC diketahui telah merilis data keuangannya pada kuartal kedua tahun ini yang menunjukkan peningkatan yang luar biasa dibanding kuartal pertama.

Seperti yang dilansir Phone Arena (5/7) tercatat bahwa HTC di kuartal kedua ini berhasil meraup keuntungan sebesar USD 41,6 miliar atau sekitar Rp 423 miliar.

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa HTC mengalami kenaikan sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 10,1 triliun dari kuartal pertama tahun ini.

Akan tetapi, yang harus diingat adalah HTC masih berada dalam kondisi sulit. Apabila dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2012 lalu, keuntungan HTC justru anjlok hingga 83 persen!

Diketahui dari sumber tersebut HTC mengalami penurunan USD 600 juta dolar atau sekitar Rp 5,9 triliun. Bahkan diprediksi hingga kuartal ketiga nanti, HTC masih akan mengalami kesulitan ekonomi meski banyak mengeluarkan produk baru.

sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/keuntungan-htc-meroket-belum-tentu.html

Bocoran spesifikasi Moto X


Setelah muncul bocoran kehadiran Moto X di Kanada dengan menggandeng operator di negara tersebut, kini bocoran terbaru kembali muncul terkait spesifikasi yang akan di bawa smartphone besutan Motorola tersebut.

Seperti yang dilansir Phone Arena (5/7) Moto X akan membawa spesifikasi standar yang biasa ada pada smartphone kebanyakan, namun pihak Motorola sudah puas dengan hal itu.

Dari sumber tersebut dikatakan bahwa Moto X memiliki layar yang berukuran 4,7inci dengan resolusi 720x1280. Mengusung dual-core1,7GHz Qualcomm Snapdragon S4 Pro.

Akan tetapi ada satu hal yang membuat smartphone ini menarik, yaitu sensor on board yang memungkinkan perangkat ini mengetahui ketika Anda mengemudi dan disaat yang bersamaan ada panggilan masuk. Maka secara otomatis, Moto X akan mengaktifkan speaker phone.


sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/bocoran-spesifikasi-moto-x-bisa-aktifkan-speaker-phone-otomatis.html

Penyebab BlackBerry lama di launching

Selama ini, kabar mengenai waktu peluncuran BlackBerry selalu diliputi misteri, bahkan sering meleset dan molor dari perkiraan semula.

Terkait hal itu, Manager PR BlackBerry Indonesia, Yolanda Nainggolan, membeberkan penyebab lamanya waktu launching padahal BlackBerry yang akan dirilis sudah dikapalkan ke Indonesia.

"Ada beberapa tahapan sebelum perangkat BlackBerry bisa dilaunching di Indonesia, diantaranya harus melakukan tes jaringan dengan semua operator telekomunikasi. Dan kalau ada satu operator saja yang belum approval, tidak bisa dilanjutkan dengan proses selanjutnya," ujarnya, Jumat (5/7).

Proses selanjutnya adalah pengajuan type approval (TA) kepada Direktorat Standardisasi Kominfo, lalu baru maju ke Kemendag dan Kemenperin. Di Kemendag, BlackBerry harus menyerahkan semua IMEI produk yang akan dijual ke Indonesia sehingga membutuhkan waktu lama.

"Sudah begitu, Kemendag juga biasanya tidak menyetujui semua produk yang diajukan, bisa hanya sebagian, atau seribu unit saja atau dua ribu unit saja, padahal yang kita siapkan bisa puuhan ribu unit," keluhnya.

Itulah mengapa, ponsel black market (BM) lebih dulu dijual di sejumlah pusat penjualan ponsel karena tidak perlu melalui tahapan di atas.

Terkait maraknya ponsel BM, Yolanda menilai itu malah merugikan BlackBerry Indonesia, karena pencapaian BlackBerry Indonesia hanya bisa diukur dari penualan melalui distributor resmi. Maraknya ponsel BB BM, tambahnya, membuat laporan BlackBerry Indonesia ke global menjadi lebih kecil dari kenyataan pengguna BlackBerry yang ada di Indonesia.

"Penggunaan ponsel BM juga bisa merugikan pengguna, karena bisa jadi frekuensi yang bekerja di ponsel tersebut tak sesuai dengan yang disediakan operator di Indonesia," tuturnya.


sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/inilah-penyebab-blackberry-lama-di-launching.html

Jumat, 05 Juli 2013

Apa maksud Microsoft tak hadirkan Office iPad

 

Kedatangan Microsoft Office iPhone bisa jadi merupakan strategi baru untuk meningkatkan penjualan software ini. Namun, di satu sisi, hal ini mungkin saja dijadikan kesempatan untuk membunuh dominasi iPad.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Microsoft diketahui memang tidak membuat Microsoft Office khusus untuk versi iPad. Dengan begitu, hanya iPhone saja yang bisa membuka bermacam file produktivitas seperti Word, Excel hingga PowerPoint.
Bahkan, Chris Schneider yang merupakan marketing manager dari Microsoft mengatakan bahwa mereka sedang tak ingin berkomentar mengenai rencana keberadaan iPad atau Android. Dikatakan, kedua perangkat tersebut hanya bisa menggunakan Microsoft dengan peramban internet saja, bukan lewat aplikasi khusus.
Hal ini dikatakan untuk meningkatkan penggunaan Office dalam perangkat mobile. Namun begitu, jika hal tersebut tujuannya, bukankah lebih cocok Office juga disediakan untuk iPad. Hal ini dikarenakan fungsi iPad kini yang sudah menjadi laptop baru bagi sebagian besar orang.
Jika bisa dianalisis, sepertinya memang ada niat tersendiri dari Microsoft. Selain untuk memasarkan Office, Microsoft terlihat seolah ingin mematikan pasar dari iPad.
Seperti diketahui, iPad sendiri merupakan tablet paling laris hingga saat ini. menurut IDC, pada kuartal keempat tahun lalu saja, penjualan tablet sudah bisa dibilang sangat memuaskan. Berdasarkan pantauan mereka, pada waktu itu, sebanyak 52.5 juta unit tablet telah terjual di seluruh dunia.
Adapun produsen yang mampu menguasai pasar tablet dunia tersebut adalah Apple. Dengan jumlah iPad sebanyak 22,9 juta unit, iPad menguasai market share dunia sebesar 43,6 persen. Meski begitu, untuk pertama kalinya dalam tahun ini Android berhasil kalahkan dominasi market share iPad.
Hal ini pun bisa jadi menimbulkan kecemburuan bagi Microsoft dan produk tabletnya seperti microsoft Surface. Seperti diketahui, penjualan Surface hingga kini masih belum bisa dibilang membanggakan, hal ini ditambah dengan penggunaan Windows RT dan 8 yang ternyata tak mampu menarik minat banyak orang.
Sehingga, bisa saja Microsoft kemudian mencoba untuk mengurangi pesaingnya dalam dunia tablet ini. Salah satunya, dengan tak menghadirkan Microsoft Office, salah satu aplikasi perkantoran paling laris, dalam iPad.
Patut diketahui, keinginan Microsoft untuk menandingi penjualan iPad sudah terlontar sejak lama. Bill Gates pernah menyatakan yakin bahwa mereka nantinya akan merasa frustasi. Hasilnya, pengguna iPad maupun tablet Android akan beralih ke tablet PC, seperti Surface contohnya.
"Pengguna iPad dan tablet Android mungkin tak pernah menyadari, namun banyak dari mereka frustasi karena tak bisa mengetik, membuat dokumen, karena tak ada Microsoft Office di sana. Tak ada yang ada di iPad tetapi tak dimiliki oleh Microsoft," kata Bill Gates.
Yang menjadi pertanyaan, apakah ini memang strategi dari Microsoft? Apakah strategi ini akan berhasil?


sumber :  http://www.merdeka.com/teknologi/apa-maksud-microsoft-tak-hadirkan-office-di-ipad.html